


Transfer keilmuan ghoib dengan media batu mustika untuk semua agama, tanpa ritual, puasa, dan tanpa pantangan.
1. MUSTIKA TRAWANGAN GHOIB (MTG) > Infak : Rp. 500.000,-
2. MUSTIKA TRAWANGAN NYATA (MTN) > Infak : Rp. 500.000,-
3. MUSTIKA RAGA SUKMA (MRS) > Infak : Rp. 1.000.000,-
4. MUSTIKA TEMBUS PANDANG (MTP) > Infak : Rp. 1.500.000,-
5. ILMU TEMBUS PANDANG - ISTIMEWA (ITP-I) Infak : Rp. 2.500.000,-
Hubungi langsung Gus Eko di 0838 3014 0788.
PEMESANAN DENGAN PERSYARATAN :
- Kirim data "nama lengkap anda", "nama lengkap ibu kandung anda", "alamat lengkap anda", serta "alamat pengiriman paket keilmuan" ke nomor 0838 3014 0788 (via sms) untuk penyelarasan mustika yang anda pesan.
- Biaya dikirim via BNI sesuai dengan apa yang tertera di bawah ini + ongkos pengiriman Rp.50.000,- (untuk luar negeri Rp.200.000,-)
- Paket keilmuan yang dikirim berupa : Batu mustika dan petunjuk pemakaian paket keilmuan tersebut.
Atau anda bisa datang langsung ke GUS EKO.
Alamat : IRMA HOUSE Jl. Rembang Selatan No.87 Dupak Surabaya.
Telp : 0838 3014 0788
Website : www.ilmughoib.blogspot.com
Email : ilmughoib@yahoo.com
Program jarak jauh :
Transfer BNI Surabaya
Rek : 0050484208
A.n : Bpk. Eko Hry.
HADIST TENTANG SHOLAT
Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata:
“Aku melihat orang-orang lelaki yang salat di belakang Nabi saw. mengikatkan kain mereka pada leher seperti anak kecil karena sempitnya kain mereka. Seseorang berkata: Hai para wanita, janganlah kalian mengangkat kepala kalian sebelum orang-orang lelaki mengangkat kepala mereka”
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda:
“Jika istri salah seorang dari kalian minta izin pergi ke mesjid, maka janganlah mencegahnya”
Hadis riwayat Aisyah ra., istri Nabi saw. ia berkata:
Seandainya Rasulullah saw. melihat apa yang diperbuat wanita saat ini, tentu beliau melarang mereka pergi ke mesjid, seperti dilarangnya wanita Bani Israel.
Yahya berkata:
“Aku bertanya kepada Amrah: Apakah wanita Bani Israel dilarang pergi ke mesjid (tempat ibadah mereka)?
Ia menjawab: “Ya”
Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Tentang firman Allah:
" Dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan jangan pula memelankannya "
Ia berkata ayat ini turun ketika Rasulullah saw. sedang bersembunyi di Mekah. Ketika beliau salat bersama para sahabat, beliau mengeraskan suaranya dalam membaca Alquran. Orang-orang musyrik yang mendengarnya menjelek-jelekan Alquran, Allah yang menurunkannya dan Nabi yang membawanya.
Maka Allah Taala berfirman:
“Janganlah engkau mengeraskan suaramu di dalam shalatmu sehingga orang-orang musyrik mendengar bacaanmu, Dan janganlah engkau memelankannya sehingga sahabatmu tidak mendengarnya, Carilah cara di antara kedua hal itu"
Akhirnya beliau membaca antara keras dan pelan.
dikutip dari : www.al-islam.com
Kumpulan Hadist: hadist tentang sholat: "Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata: Aku melihat orang-orang lelaki yang salat di belakang Nabi saw. mengikatkan kain mer..."
